Tuban, 5 Pebruari 2009
Narasumber : Dr. dr. HERMANTO TRI JUWONO, Sp.OG (K)
dr. BANGUN TRAPSILA PURWAKA, Sp.OG(K)
Moderator : dr. H. Rianto Sp.OG(K)
By :erwin era™
Staf IRD RSUD Dr.R. KOESMA TUBAN
Assalamu’alaikum wr.wb.
Sebelumnya saya mohon maaf bila bahasa yang dipakai bukan EYD, karena menurut saya lebih enak kalo bahasa sehari-hari. Pada acara ini saya datang terlambat, acara dibuka pkl.09.00, saya datang sekitar pkl 10.00. Saya datang disambut dg ramah dan dicarikan tempat duduk, bukan krn orang penting tp saya banyak kenal panitia. Akhirnya saya duduk di sebelah dr. Habibie, Sp.OG, seperti biasa beliau selalu bawa kertas kecil untuk menulis, beliau terkenal dokter sekaligus jurnalis. O ya, acara ini diselenggarakan berbarengan dg pembukaan Rumah Sakit NU Tuban yang luaaaama sekali tertunda.
Sambutan K.H. Huda, yang merupakan ketua PCNU Tuban sangat menyentuh hati saya. Beliau mengatakan bahwa seburuk-buruk orang adalah orang yang tidak bermanfaat untuk orang lain, sebaik-baik orang adalah yang memberi kontribusi untuk orang lain dan sejahat-jahat orang adalah orang yang menghalangi orang lain untuk memberi kontribusi untuk sesamanya. Kita memberi kontribusi untuk orang lain sebenarnya hanya 20% yang untuk orang lain, yang 80% kembali kita sendiri. Amiin
Kemudian dilanjutkan dg acara inti oleh dr.HOS, panggilan dr Hermanto, beliau ini denger2 mau dilantik jadi profesor, amin..saya doakan dok…, karena beliau adalah guru saya waktu di unair dan memang sgt pintar, semoga nanti jd guru saya lagi kalo ppds. Amin ya robbal alamin.
Dr. HOS menerangkan gawat darurat obstetry, beliau ingin kita memahami hal2 baru dan jgn terpaku pd program2 pemerintah. Beliau memang orangnya suka meneliti dan tidak suka dengar “katanya A, menurut si B” beliau ingin meluruskan pemahaman yang keliru. Beliau mencontohkan banteng matador yang menyeruduk/ngamuk bila liat kain merah padahal banteng buta warna, jd sebenarnya kain warna apa aja dia tetap ngamuk.
Intermezzo slesai, trias klasik kematian maternal : HPP, kejang, infeksi. Di RSSD PEB/eklampsia, psx jantung dan sepsis, sedangkan kematian neonatal : distosia bahu, sungsang kala II, partus lama .
Maternal death occur due to the same 5 causes throughout the developing world yet the technology to prevent them exist (WHO 1994). The great tragedy is that most of the maternal deaths are preventable without new technology (FIGO 1994). By :erwin era™
Tapi kenapa bs terjadi dan terus terjadi di negara berkembang khususnya negara Indonesia yang kita cintai ini? Karena ada 3 keterlambatan (non teknis) :
1. Memutuskan untuk mendapat pertolongan
2. Mencapai tempat pelayanan kesehatan yang layak
3. Mendapat pelayanan yang berkualitas
Gimana usaha kita supaya kematian maternal berkurang? Jadi kita harus :
1. Punya protap
2. Ikut kursus penyegaran
3. Ikuti kemajuan bidang obstetri di net
4. Secara rutin melihat video persalinan fisiol n patol
5. Pakai PR +
6. Pakai grafik Soedarto
7. Ikuti AMP
Bagaimana kalo kita mendapat px dengan gawat darurat obstetri, yang harus kita lakukan :
1. Jangan panik
2. Minta bantuan
3. Jangan memperburuk keadaan
4. Cari kausa, ABC tangani kausa bersamaan dengan stabilisasi rujuk
Rujuk terencana lebih baik, stabilisasi ABCD dulu, Lengkapi rekam medis
artograf, beritahu sebelumnya tempat rujukan, krn bs saja Sp.OG keluar kota, seminar/acara keluarga/rekreasi. Jangan lupa BAKSOKU (bidan, alat, kendaraan, surat, obat, keluarga, uang)
Ada hal baru yang saya dapatkan yaitu pemakaian kondom dan kateter untuk px HPP karena atonia uteri yg merupakan 70% penyebab HPP. Jd kateter dimasukkan kondom kemudian keduanya dimasukkan ke cavum uteri. Balon kateter dikembangkankemudian kateter diisi 500cc sehingga kondom mengembang di uteri dan berfungsi sebagai tampon. Keuntungan cara ini air bs menyesuaikan bentuk uterus dan bertahan lama ± 48 jam. Jika darah masih merembes berarti bukan atoni uteri, bs rupture uteri, robekan vagina,dll.
Yang paling gawat adl mitos yang keliru dan berkelanjutan :
1. persalinan = peristiwa yang membahayakan
2. rahim = ruang tunggu, padahal bagi janin mrpkn media u belajar, jadi ajak bicara, interaksi, dan dengarkan musik. Ingat bayi sudah bs ekspresi meski dalam rahim
3. periksa hamil u menyiapkan persalinan aja, pdhl periksa hamil untuk MEMPEROLEH SATU GENERASI YANG LEBIH BAIK. Lebih baik = lebih sehat dan lebih cerdas.Lebih baik bukan hanya lebih sehat fisik aja tapi juga mental dan sosial. Ingat definisi sehat WHO!!! Rakyat sehat negara kuat, bayi cerdas negara maju.
By :erwin era™
Jadi nutrisi saat hamil sangat penting, karena apa? Neuron semakin banyak saat janin dalam kandungan. Setelah lahir neuron tidak bertambah, yang bertambah dendrit dan sinap. Menurut hipotesis BARKER, di saat tertentu, dalam kehamilan periode kritis, satu rangsangan atau penderitaan dapat menentukan dampak seumur hidup terhadap struktur dan fungsi organ.
Apoptosis otak janin terjadi terbanyak pada saat proses sinaptogenesis pada jaringan target, sinaps target menentukan jumlah sel yang mengalami apoptosis.
Bagaimana DHA untuk bumil ?
DHA adalah :
asam lemak esensial
plg byk mendapat perhatian
konsentrasi tertinggi terdapat pada korteks serebri
DHA janin diperoleh dari ibu, transfer trans plasenta secara difusi fasilitasi
DHA mengurangi apoptosis sel otak
Memperbesar ukuran sel otak
Meningkatkan jumlah dendrit/satuan luas otak
Dr. HOS meneliti musik untuk janin khususnya musik mozart, beliau mengatakan musik adalah universal, setiap orang : musikal. Mozart pernah ngomong :”saya sudah mendengarnya sejak dalam kandungan, lagu yang saya ciptakan bukan ciptaan saya tetapi saya diberi”.
Musik dan efek mozart :
Menyembuhkan
Mencerdaskan
Frekuensi tinggi
Sesuai irama denyut jantung ibu
Biola m’hasilkan getaran jernih bergerigi yang sama dg gelombang otak janin.
Bagaimana melakukan stimulasi dgn DHA dan Musik (DHA + 5M1U)
M ozart
M enempel, menempel diperut ibu ka-ki
M inggu ke 20, karena pendengaran janin mulai mgg20
Ena M puluh menit
M alam hari
U rutan tertentu (11 lagu), sudah diteliti dan dibandingkan
Singkatannya kok agak maksa dok?!
Rangkuman berbagai temuan diatas :
kecerdasan dibentuk sejak hamil bukan sejak lahir dan dipengaruhi minimal oleh jumlah neuron, dendrit dan rasio glia/neuron
kecerdasan dipengaruhi nature dan nurture, namun pengaruh nature bs sangat diperkecil dgn pengkayaan nurture.
Dr. Bangun, Sp.OG menerangkan ttg pengelolaan HPP dan tata laksana PEB/eklampsia. Hampir sama dengan yang diterima TS dl saat kuliah. Jd tidak saya jabarkan lagi disini
Semoga bermanfaat, mohon maaf bila ada kata2 yang salah. Wassalam…
By :erwin era™