KLINIK ONLINE IDI TUBAN
Klinik ini dibangun sebagai tempat konsultasi masyarakat awam/ pembaca pada umumnya sekaligus tempat diskusi para dokter tentang ilmu kedokteran.
Mari konsultasi dan sampaikan permasalahan yang dihadapi baik pada diri sendiri atau permasalahan yang dihadapi di tempat praktek.
Klinik ini diasuh oleh:
1. Dokter Jaga Triage
- dr. Ahmad Syaifuddin Zuhri H.S.
- dr. Abdul Rochman
2. Dokter Klinik OBGYN
- dr. Husein Habibie, Sp.OG
3. Dokter Klinik Mata
- dr. Sugijanto, Sp.M
Ket: untuk pembukaan klinik yang lain sedang dalam konfirmasi
















[...] Klinik [...]
Oleh: Klinik Online « IDI Cabang Tuban on 11 September 2008
at 4:42 am
dook saya mau tanya,ada temen udah nikah tapi ketika coitus dengan istrinya dia tidak merasakan apa-apa,kayak keluar masuk ja.hingga saat ini dia tidak bisa membuahi istrinya karena sperma tidak keluar dia punya kebiasaan onan i menggesekkan penis ke kasur sejak sd.gimana solusinya dok?
Oleh: niko erwin putranto on 18 Desember 2009
at 7:47 pm
Mari masuk pak !!!
Maaf masih bersih-bersih dan sapu-sapu tapi dokternya ada koq
Oleh: Zuhri on 11 September 2008
at 4:53 am
kok sepi dok?
alhamdulillah berarti gak usah antri…. he.. he..
aku ada pasien, usia 60 tahun, keluhan hipertensi kronik. riwayat stroke ringan. kenapa ya tensinya tidak bisa stabil? 190/110 seringnya. lab normal. hct, capt, atenolol sudah sering sy beri, kadang kombinasi. Gimana sejawat? apa advisnya?
Oleh: abdul rochman on 15 September 2008
at 10:40 am
rupanya kliniknya bener-bener sepi, bukan hanya pasien saja tapi kliniknya memang lagi ga ada dokternya.
saran sebaiknya kliniknya buka 24 jam. jadi konsultanya selalu siaga, tapi apa mungkin ya ..???
Kayaknya kita masih butuh kesabaran dan butuh energi, kalau ingin maju.
Mungkin jalan keluarnya, kalau ada masalah di klinik IDI yang tidak terlayani, nanti kita arahkan ke klinik atau ruprik tanya jawabnya majalah Nawala Husada, tks.(hib)
Oleh: husain habibie on 15 September 2008
at 11:10 pm
Alhamdulillah ternyata sudah ada yang merespon.
Memang tujuannya dibuka klinik online ini untuk diskusi dan menambah pengetahuan, dan untuk dr. Habibie kami mohon dengan hormat untuk bisa jadi Dokter OBGYN-nya Klinik ini.
Sebagai dokter jaga di “Triage” kami coba menaggapi apa yang disampaikan dr. Abdur Rochman.
Pasien dr. Abdur Rochman termasuk dalam HT stage 3, pada pasien ini memang selain dianjurkan untuk merubah gaya hidupnya diberikan kombinasi minimal 2 jenis obat yang diantaranya diuretik, namun apabila telah menerima paling tidak 3 macam obat anti hipertensi , yang salah satunya diuretik, dengan dosis maksimal memang perlu dipikirkan sebagai kasus Hipertensi Resisten.
Sebelum ke sana, sebaiknya kita pastikan tekanan darahnya dengan pengukuran tekanan darah minimal 3 kali dalam 24 jam (di tempat praktek dan sebaiknya salah satunya dilakukan di rumah) disamping pemberian 3 jenis obat anti hipertensi tersebut. Sepertiga pasien hipertensi tampak seperti HT resisten tapi ternyata memiliki tekanan darah rata-rata < 130/85 mmHg pada pemeriksaan di rumah, dan hal ini biasanya pada pemeriksaan labnya ternyata normal dan tak tampak kerusakan target organ, kasus seperti ini kita sebut “white coat hypertension”, meskipun begitu kasus seperti ini tidak boleh diremehkan.
Yang sering untuk di negara kita, mereka yang HT tidak secara rutin minum obat karena alasan ekonomi, maka cobalah berikan pengertian. Selain itu apakah pasien tersebut mengkonsumsi oabat yang dapat mempengaruhi HT (sympatomimetic agent, herbal suplemen, NSAID atau kortikosteroid), bila ya maka kurangi atau hentikan penggunaannya.
Selain itu bila pasien tersebut obesitas sarankan untuk diet penurunan berat badan dan melakukan senam aerobik. (dapat menurunkan 1,6/1,1 mmHg tiap Kg penurunan berat badan)
Bila ternyata belum juga berhasil maka perlu dipikirkan sebagai hipertensi sekunder maka konsulkan kasus tersebut pada internist endocrinologist.
Tapi sejawat tidak perlu kecil hati, ternyata di Amerika dari 1/3 populasi dewasa adalah pengidap hipertensi, dari itu semua hanya 30% yang mendapat penangan adekuat dan hanya 9% saja mereka yang HT dapat mencapai target pengaturan tekanan darah di bawah angka 140/90 mmHg.
Dan untuk kasus ini kiranya dr. Basuki, SpPD dan dr. Hari Wahyono, SpJP dapat memberikan pendapatnya. Terima Kasih
Oleh: Zuhri on 18 September 2008
at 7:53 am
oh ho, berarti emang sulit menurunkan tensinya ya dok? gimana dokter Basuki dan dr Hari ada advis.
Oleh: abdul rochman on 21 September 2008
at 7:32 am
Sebenarnya yang sulit adalah menurunkan tekanan darah sesuai dengan target terapi, yaitu di bawah 140/90 mmHg pada mereka yang hipertensi saja dan di bawah 130/80 mmHg pada hipertensi yang disertai diabetes, gangguan ginjal atau keduanya.
Dari fakta tersebut pengobatan dengan obat anti hipertensi bukannya tanpa manfaat, tapi sangat bermanfaat untuk mengurangi “cardiovascular event”. Seperti yang diungkap dalam New England Journal of Medicine edisi Februari 2003 bahwa terapi pada HT stage 1-2 yang penurunan 10-12 mmHg tekanan sistoliknya serta 5-6 mmHg tekanan diatolik mampu menurunkan 40% kasus stoke, 16% risiko jantung koroner dan mengurangi 20% angka kematian.
Oleh: Zuhri on 21 September 2008
at 9:43 am
Pak dokter saya mau tanya hal lain boleh ndak?
Saya punya saudara yang mengalami nyeri mulai pangkal paha sampai kaki, katanya kalau dipakai jalan tambah sakit. Nyeri ini sudah lama sekali dan beberapa kali sudah periksa ke dokter, dari obat yang diberi kalau diminum nyerinya reda, tapi kalau obat sudah habis nyerinya kumat lagi.
Apakah saudara saya bisa sembuh dari nyerinya? O ya dok kadang kalau minum obat perutnya terasa perih, apakah ini efek samping obat dan apakah tidak berbahaya bila minum obat tersebut dalam jangka lama apalagi obat yang diberikan dokter sering banyak jenisnya sampai 4 macam.
Terima kasih dok.
Oleh: Narto on 21 September 2008
at 10:59 am
sejawat,kasi masukan ya tentang spondylosis cervicalis,penatalaksanaannya de-el-el supaya kualitas hidup penderita ‘baik’ dan gimana menghambat progresifitasnya.gimana juga dengan pengobatan alternatif seperti pijat refleksi,atau kalau dr Susi H,SpS berkenan memberi advis?
Oleh: nisful laila on 21 September 2008
at 8:58 pm
untuk sejawat nisful, coba nanti kita cari refensinya. kita usahakan dimuat di sini.
untuk pak atau mas narto, melihat dari gejalanya saya menduga terkena reumatoid artritis. memang untuk tidak kambuh sangat sulit, dan untuk penggunaan obat2annya harus hati-hati. efeksamping bisa merusak lapisan mukosa lambung. Jadi untuk penggunaan rutin harus diperhatikan. Kalau terpaksa harus disertai dengan obat mag dan pelindung mukosa lain seperti cimetidin. terimakasih.
Oleh: abdul rochman on 22 September 2008
at 1:48 pm
yth dr, habibie, saya wanita 23 th baru saja menikah, agama islam, bagaimana kiat kiat supaya mendapatkan anak laki-laki, serta doa apa yang harus dibaca sewaktu akan berhubungan suami isteri?
Oleh: ratna on 18 Oktober 2008
at 8:18 pm
Untuk pemilihan jenis kelamin, sesuai yang dikehendaki sebelum terjadi kehamilan memanglah sulit dan tidak bisa diprediksi sebelumnya, kecuali dengan cara “Fertilisasi in Vitro (FIV) yaitu usaha fertilisasi diluar tubuh, dimana kita bisa memisahkan kromosom X untuk wanita dan kromosom Y untuk laki-laki. Tapi ada cara yang sederhana yang mungkin bisa dipakai yaitu dengan prinsip dasar sebagai berikut : bahwa Spermatozoa Y tahan terhadap suasana basa sehingga kemampuan hidup dan geraknya lebih besar pada suasana itu, sedangkan Spermatozoa X sebaliknya tahan terhadap suasana asam. Makin ke dalam liang senggama dan makin mendekati saat ovulasi suasana makin basa. Makin meningkat keinginan seks, suasana vagina makin basa. Oleh karena itu bagi pasangan yang mengingin kan anak laki2 maka suami harus : Makan banyak daging, Isteri harus puas dulu. Suasana asam akan menjadi basa, jadi alat kelamin saat orgasme harus dimasukkan sedalam mungkin (keadaan makin basa) serta saat berhubungan seks setelah hari ke 13-14, tetapi bila mengiginkan anak wanita maka suami harus makan banyak sayur, isteri tidak memerlukan kepuasan , biar tetap suasana asam alat kelamin saat orgasme di tarik (makin keluar makin suasana asam) dan melakukan hubungan seks sebelum hari ke 14. Untuk wanita , bila ingin anak laki2 Mencuci daerah kemaluan dengan soda jajan(basa), sedangkan bila ingin anak perempuan Mencuci daerah kemaluan dengan asam cuka.,ok selamat mencoba, mudah2an berhasil.
Tentang doa pada waktu bersetubuh, ada hadist dari Ibnu Abbas RA, berkata bahwa Nabi saw bersabda: ” andaikan seorang di waktu bersetubuh dengan isterinya membaca : ” Bismillahi allahuma jannibnis syaitaana wa jannibis syaitaana maa razaktanaa summa kuddira bainahumaa fi dzalika awu kudhiya waladun lam yadhurruhu syaitaa nun abadaa.”, artinya Bismillah ya Allah, singkirkan setan dari padaku, dan jauhkan setan dari rezeki yang engkau berikan padaku. Maka jika ditakdirkan mendapat anak dari persetubuhan itu, maka tidak akan diganggu oleh setan.”(HR Bukhari dan Muslim)
Oleh: husain habibie on 21 Oktober 2008
at 11:00 pm
Permisi sebelumnya kepada dr. Habibie, untuk memperjelas bagi pembaca awam mungkin perlu dijelaskan tanda-tanda wanita saat sedang mengalami ovulasi mengingat siklus setiap wanita berbeda dan tidak selalu 28 hari.
Saya juga pernah membaca bahwa sperma pembawa kromosom Y (laki-laki) bentuknya lebih kecil, lebih cepet larinya tapi cepet mati (bertahan cuma sehari) sedangkan sperma pembawa kromosom X (perempuan) lebih besar, kurang cepat tapi bertahan hidup lebih lama (sampai 3 hari).
Dan membantu menyimpulkan kepada pembaca bila ingin anak lelaki maka : lakukan senggama saat ovulasi; usahakan pasangan wanita orgasme lebih dulu sebelum menerima sperma dan keluarkan sperma sedalam-dalamnya pada vagina. Dan bila ingin anak perempuan: lakukan senggama 3 – 1 hari sebelum ovulasi, usahakan pasangan wanita menerima sperma tanpa orgasme dan sperma tidak perlu dimasukkan terlalu dalam.
Terima kasih.
Oleh: Zuhri on 22 Oktober 2008
at 3:01 pm
assalamualaikum dokter2
saya, wanita 24 tahun, sejak 3 tahun lalu gara2 bergaul dengan teman2 yang latah aku jadi ketularan. Berbagai cara sudah saya lakukan tapi tidak berhasil, apalagi kalau dikagetin teman2. bagaimana ya dok pengobatannya, apakah latah penyakit atau gangguan jiwa? apa bedanya dengan kesurupan? trima kasih ya dok
Oleh: setyawati on 27 Oktober 2008
at 8:01 pm
yth klinik dr idi tuban
dok bagi orang muslim katannya sperma itu tidak najis tapi air madzi itu najis dan harus disucikan dengan air,apa mungkin waktu hubungan suami isteri keluar sperma tanpa tercampur air madzi, kalau begitu air sperma tadi jadi najis dong? bagaimana cairan yang keluar dari isteri saat terangsang najis atau tidak?
Oleh: rahmadi on 28 Oktober 2008
at 7:06 pm
Mohon maaf sebelumnya bila terlalu lama menunggu tanggapan dari kami.
@ Mbak Setyowati :
Latah merupakan gangguan psikomotor yaitu gangguan gerakan yang dipengaruhi oleh keadaan psikis/ jiwa dari seseorang. Melihat kasus yang mbak alami barangkali mbak perlu berkunjung ke Psikiater untuk mengetahui latar belakang / masalah yang mendasari latah-nya mbak setyowati serta mendapatkan saran pemecahan masalah.
@ Pak Rahmadi:
Cairan sperma laki-laki menurut ilmu kedokteran terdiri dari cairan semen yang diproduksi kelenjar dan spermatozoa. Kaitan hukum fiqh mungkin lebih pasnya dikonsultasikan dengan yang berkompeten (ahli Fiqh)
Oleh: Zuhri on 30 November 2008
at 2:25 pm
pak doktel sebaiknya pake web yang bayar aza biar lebih OK klinik online nya…
jangan pake blog kurang baguss..
murah..modal dikit biar tuban makin rame obrolanya maju
Oleh: alie on 1 Maret 2009
at 9:42 am
Gimana boss idi Tuban?? Didukung ngggak…
Oleh: nawalahusada on 7 Maret 2009
at 8:39 am
ayo semua anggota idi yang lain, mari semua berpartisipasi di blog idi.
Oleh: alif ebooks on 15 Juni 2009
at 9:21 pm
Ayo-ayo semuanya
Oleh: Zuhri on 17 Juni 2009
at 7:01 pm
Dihalaman download untuk softwarenya tolong untuk ditambahin dan yang full versi.
Terima kasih, Salam kenal
Oleh: Anim on 17 Juni 2009
at 8:41 pm
Ok boss.
Oleh: alif ebooks on 17 Juni 2009
at 9:06 pm
Untuk pemilihan jenis kelamin, sesuai yang dikehendaki sebelum terjadi kehamilan memanglah sulit dan tidak bisa diprediksi sebelumnya, kecuali dengan cara “Fertilisasi in Vitro (FIV) yaitu usaha fertilisasi diluar tubuh, dimana kita bisa memisahkan kromosom X untuk wanita dan kromosom Y untuk laki-laki. Tapi ada cara yang sederhana yang mungkin bisa dipakai yaitu dengan prinsip dasar sebagai berikut : bahwa Spermatozoa Y tahan terhadap suasana basa sehingga kemampuan hidup dan geraknya lebih besar pada suasana itu, sedangkan Spermatozoa X sebaliknya tahan terhadap suasana asam. Makin ke dalam liang senggama dan makin mendekati saat ovulasi suasana makin basa. Makin meningkat keinginan seks, suasana vagina makin basa. Oleh karena itu bagi pasangan yang mengingin kan anak laki2 maka suami harus : Makan banyak daging, Isteri harus puas dulu. Suasana asam akan menjadi basa, jadi alat kelamin saat orgasme harus dimasukkan sedalam mungkin (keadaan makin basa) serta saat berhubungan seks setelah hari ke 13-14, tetapi bila mengiginkan anak wanita maka suami harus makan banyak sayur, isteri tidak memerlukan kepuasan , biar tetap suasana asam alat kelamin saat orgasme di tarik (makin keluar makin suasana asam) dan melakukan hubungan seks sebelum hari ke 14. Untuk wanita , bila ingin anak laki2 Mencuci daerah kemaluan dengan soda jajan(basa), sedangkan bila ingin anak perempuan Mencuci daerah kemaluan dengan asam cuka.,ok selamat mencoba, mudah2an berhasil.Tentang doa pada waktu bersetubuh, ada hadist dari Ibnu Abbas RA, berkata bahwa Nabi saw bersabda: ” andaikan seorang di waktu bersetubuh dengan isterinya membaca : ” Bismillahi allahuma jannibnis syaitaana wa jannibis syaitaana maa razaktanaa summa kuddira bainahumaa fi dzalika awu kudhiya waladun lam yadhurruhu syaitaa nun abadaa.”, artinya Bismillah ya Allah, singkirkan setan dari padaku, dan jauhkan setan dari rezeki yang engkau berikan padaku. Maka jika ditakdirkan mendapat anak dari persetubuhan itu, maka tidak akan diganggu oleh setan.”(HR Bukhari dan Muslim)
+1
Oleh: Hyacinthie Ecocafe on 13 Juli 2010
at 2:34 am
assalamualaikum…… Di Tuban ada psikiater ga ya,kalo ada alamatnya dimana?
Oleh: alex on 28 Oktober 2010
at 8:19 pm
assalamualaikum…….. mau nanya,kalo psikiater di tuban ada ga dok? kalo ada alamatnya dimana? maturnuwun……..
Oleh: joko on 1 November 2010
at 12:12 pm